Sungai bening kian bermuara dimatanya
Mentari seakan menantang dengan perkasa
Sementara tubuh tak kuasa
Layu tak berpenghulu
Ketika diri dipaksa tertunduk pada tirani
Terkunci bibir, mengalir peluh
Elus lembut Si tinta
Tak kunjung luluhkan diri
Menahan...
Nanti.... Berulang nanti...
Tidak, jangan pertemukan ia dengan lembar suci
Ya begitu berkali
Hey dengarlah seruan itu
Mengabarkan berita penghapus simulakra
Pembawa Nur Zaman yang Al-Amin
Sumber risalah
Sember penyetaraan
- Dan tiadalah Kami mengutus kamu,
melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam. (Q.S Al-'Anbyā'):107
Bandar lampung, Agustus 2018
Bandar lampung, Agustus 2018

